MY CINEMA PARADISO 4 : SAYA DAN FILM ESEK - ESEK

Masa remaja saya bertepatan dengan maraknya film – film berbau seks, baik local maupun internasional. Yang namanya remaja, film – film tersebut tentu saja sangatlah membangkitkan gairah. Apalagi waktu SMA, mulai mendapat teman – teman dengan minat akan film bergairah yang sebanding hehehe… Ada sih rasa malu menonton film – film tersebut. Malu kalau ada yang mengenali. Salah satu siasatnya adalah dengan memakai topi yang baru dilepas kalau sudah duduk manis menghadap layar. Siasat ini membawa dampak, ada beberapa topi yang tertinggal karena lupa. Maklum, tidak biasa pakai topi dan topi yang dipakai adalah topi ayah saya. Terpaksa ngaku deh kalau ilangnya gara-gara nonton film. Tapi tidak cerita film jenis apa yang ditonton. Di masa SMA ini, ekstra kurikuler masihlah menjadi alibi.

Saya lupa judul – judul apa saja yang telah saya tonton. Saking banyak nya kali ya hehehe. Dari beberapa film yang saya tonton, Gairah Malam adalah yang paling saya ingat. Film ini menghadirkan Malfin Shayna yang tampil sangat berani. Dibandingkan film esek-esek lainnya, Gairah Malam dimata saya digarap lebih artistic lho. Ada adegan self service dengan buah segala. Lupa judulnya apa, tapi saya juga masih ingat adegan Febby Lawrence melakukan self service yang menghasilkan tangannya berlumuran cairan yang pada watu itu tentu saja membuat saya bertanya – tanya dan berpersepsi. Menjijikkan, tapi kok ya lucu.



Kalau yang dari China, yang paling diingat adalah The Girl From Beijing yang saat itu sempat membuat kehebohan diantara teman-teman saya, Black Justice (kalau tidak salah) dan Erotic Black Magic. Black Justice yang dibintangi oleh Simon Yam dan Irene Wan setelah saya cek di Mbak Wiki ternyata judul aslinya adalah All of A Sudden. Di film ini Simon dan Irene melakukan sex scene yang cukup panas, hingga kabarnya Simon mengaku sempat terangsang beneran. Kalau Erotic Black Magic, susah untuk melupakan santet dengan jurus bersenggama di udara! Aktris favorit saya di jaman ini adalah Pheng Tan yang tampil begitu menggoda di Animal Instincts. Saya masih ingat, waktu itu dari pihak bioskop menyebar poster mini dengan kertas glossy yang menampilkan Pheng Tan berpose dililit ular.

Yang disayangkan adalah, saya gagal menyaksikan Basic Instinct di bioskop, padahal dulu sudah dibuat panas dingin hanya menatap posternya di Koran. Film ini baru berhasil saya tonton setelah saya menjadi mahasiswa. Namun beruntung bagi saya, kehadiran Basic Instinct mendorong dimasukkannya film dengan tema – tema sejenis seperti Jade, The Last Seduction, Sliver, The Color of Night dan tentu saja film – filmnya Andrew Stevens. Ingat juga dengan Save Me-nya Harry Hamlin dan Lysette Anthony yang kalau tidak salah menghadirkan adegan bercinta di pohon, di mobil dan di tangga. (Tuhan…tolong bersihkan otak hamba-Mu ini). Diantara film – film diatas, paling suka dengan The Last Seduction yang menghadirkan kegilaan Linda Fiorentino yang menurut saya lebih mengesankan daripada Sharon Stone di Basic Instinct. Teh Linda lewat The Last Seduction masuk nominasi BAFTA lho, dan sempat diperkirakan masuk Oscar namun gagal karena filmnya sendiri ternyata telah tayang di TV terlebih dahulu.

Selain sensasi panas dingin dan ketegangan, menonton film esek – esek menghadirkan satu kesenangan tersendiri. Saya suka jahil mengamati aksi dan ekspresi yang nonton. Mereka yang berpasangan biasanya suka nyempil di sudut dan sibuk sendiri. Ada juga yang sibuk sendiri hingga tak jarang kursi yang duduki kok suka agak bergetar ya hehehe… dan yang paling menggelikan adalah saat keluar dari bioskop. Ada perasaan gimana gitu. Sesama penonton seakan berusaha untuk tidak saling melihat wajah, apalagi menyapa. Malu dan rikuh bercampur dengan sisa-sisa horny. Itulah sekelumit pengalaman saya dengan film esek – esek. Tidak malu pernah mengalaminya karena merupakan bagian dari perjalanan hidup saya. Dan lagi, saya yang sekarang kan beda dengan yang dulu. Lebih alim dan kalem *ditimpuk*

Selanjutnya, pengalaman nonton di bioskop jaman kuliah di Solo. Ada romantisme bersepeda onthel dan teriakan di dalam bisokop yang membuat saya malu setengah mati.


MY CINEMA PARADISO 1
MY CINEMA PARADISO 2
MY CINEMA PARADISO 3

12 comments:

Moan mengatakan...

Milih gambar jangan yang horny horny om... wkekek

haranreymond mengatakan...

salam kenal,
aq blogger baru. jangan lupa mampir, ya... :)

jenal sobari mengatakan...

banyak juga yach.....

jenal sobari mengatakan...

banyak juga yach.....

terapi usus buntu mengatakan...

gambarnya pada hot,,,,

obat miom tanpa operasi mengatakan...

jangan terlalu banyak gambar hot yang di tampilkan bahaya

obat alami sinusitis mengatakan...

awas nanti pikirannya kemana-mana

kista mengatakan...

film jaman kapan ini pada burem...

ardi rahayu mengatakan...

Like

didi JFK mengatakan...

wkwkkwkwkkwkkw...... manthab bangettt om... ma sa sampean ama masa saya gak jauh beda... saya di salatiga juga bioskopholics , basic instinct itu sy nonoton jaman SMP malahan...

didi JFK mengatakan...

makanya pas baca , sy ngakakk ndiri... trutama pas kluar bioskop, orang tak saling pandang cuma pengen cepat2 berlalu... itu bener bangettt!!!

awan nomer9 mengatakan...

Jadi inget Rama Theatre wkwkwk

 

BLOG LIST

BLOG LIST

BLOG LIST