YOUR SISTER’S SISTER



Nama Lynn Shelton mungkin belum pernah dikenal luas para penikmat sinema. Namun di ranah film Indie, nama yang satu ini cukup punya reputasi yang bagus. Pertama kali saya berkenalan dengan Lynn Shelton lewat Humpday, sebuah film yang terkesan sederhana namun menghadirkan sebuah tema yang tidak bisa dibilang sederhana. Kini, saya tertarik untuk menikmati karyanya yang lain yakni Your Sister’s Sister. Sama dengan Humpday, kali ini Lynn Shelton kembali berkolaborasi dengan Mark Duplass. Senasib dengan Lynn Shelton, nama yang satu ini lebih banyak berkiprah di film – film yang katanya kecil. Jadi tak mengherankan apabila banyak yang belum mengenalnya. Padahal, film – film yang dia bintangi senantiasa mendapat sambutan positif dari para kritikus.
Your Sister’s Sister menghadirkan dua bintang cantik, yakni Emily Blunt dan Rosemarie DeWitt yang berperan sebagai kakak adik. Film ini dibuka dengan percakapan santai antara beberapa orang. Di bagian ini apa yang tersaji mengesankan sekuen tidak penting, bahkan bagi yang belum terbiasa terkesan menjemukan. Layaknya aliran mumblecore kebanyakan, Your Sister’s Sister ini menghadirka percakapan santai layaknya kita sedang duduk – duduk ngobrol bersama teman – teman. Walau terkesan sepele bagian ini menjadi pengantar penting dalam pengenalan karakter serta membangun pondasi menuju kisah selanjutnya yang dijamin menyimpan jalinan kisah yang cukup kompleks.


Benar saja, ketika ketiga tokoh utamanya di pertemukan dan dikumpulkan dalam sebuah ruangan terbatas, tersaji sebuah kisah yang lumayan kompleks dan dilematis. Hebatnya film yang terkesan sederhana ini mampu menyeret emosi penonton karena sebagai penonton kita bisa menempatkan pada situasi yang sama. Dan seperti layaknya mumblecore yang saya tonton sebelumnya, Your Sister’s Sister tidak menghadirkan solusi yang benar – benar solusi. Pendekatan ini bisa menjadi kekurangan ataupun kelemahan, tergantung kita melihatnya dari sudut mana. Selain itu, film ini tidak memberikan ruang kepada kita untuk memberikan penghakiman terhadap aksi dari para tokohnya.
Your Sister’s Sister pada akhirnya menjelma menjadi sebuah tontonan dewasa layaknya tontonan mumblecore kebanyakan. Dewasa disini diindikasikan dengan bagaimana para tokoh- tokohnya mencoba menghadapi permasalahan yang hadir dengan kepala dingin, tanpa harus menghadirkan emosi yang dramatis. Dengan tuturan dan kisah yang menarik, film ini ditopang penampilan yang apik dari tiga pemeran utamanya. Terlihat sinergi yang bertautan diantara mereka. Dan Your Sister’s Sister menghadirkan setting tempat yang berbeda dibandingkan film Holly kebanyakan. Sebuah poin yang memberikan kesegaran tersendiri.

2 comments:

Luthfi Prasetya Putra mengatakan...

gue suka sama film ini. Kelewat simpel tapi bisa penuh charm tersendiri, hehehe

soeby mengatakan...

@Luthfi : iyah, filmnya sederhana, tapi asyik :)

 

BLOG LIST

BLOG LIST

BLOG LIST