THE JONESES


Akhir – akhir ini banyak sekali film bioskop yang merupakan “pelarian” dari sebuah seri TV., ada The A – Team dan Sex and The City. Sebelumnya, ada The X – Files dan Miami Vice yang melakukan invasi. Traffic dan State of Play mewakili film yang diadaptasi dari mini seri TV. Kabarnya, kedepannya Entourage dan Arrested Development juga bakal dirilis versi layar lebarnya. Lalu bagaimana dengan seri tv yang diadaptasi dari film layar lebar. Adakah? Kayaknya ada ya, meski belumlah banyak. Yang saya tahu, baru kisah waktu mudanya Indiana Jones yang melakukan “lompatan” dari layar lebar ke layar kaca. Ada yang bisa bantu judul seri tv yang lain yang diangkat dari kisah film layar lebar?


Kalau saya boleh mengusulkan pada para produser di Hollywood (duuuh….siapa sih saya?), rasanya film The Joneses pantas untuk dikembangkan menjadi seri tv dengan berpuluh – puluh (atau ratusan) episode. Kisah empat orang yang tidak saling kenal yang dikontrak oleh perusahaan pemasaran untuk saling bahu – membahu membina rumah tangga selama satu tahun di suatu wilayah dengan tuntutan dan dukungan banyak sponsor rasanya tidaklah cukup dituangkan dalam film berdurasi 95 menit. Ada banyak hal yang bisa digali dari keluarga palsu tersebut. Yang paling utama tentu saja gesekan antar tokoh yang belum saling kenal dan karakter yang saling bertolak belakang. Karakter Kate Jones (Demi Moore) yang cenderung dingin dan ambisius, ditabrakkan dengan sosok Steve Jones (David Duchovny) yang lebih santai dan cenderung gelisah dengan yang dia lakukan. Tarik ulur hubungan Kate dan Steve rasanya bakal menghadirkan kisah roman nan menggemaskan, apalagi dengan kehadiran Jenn Jones (Amber Heard) si “anak” binal yang bakal membuat kisah The Joneses makin panas membara dengan aksi-aksi Jenn yang demostratif. The Joneses makin memenuhi syarat untuk menjadi seri TV yang menarik dengan hadirnya Mick Jones (Ben Hollingsworth) yang pecinta sesama jenis. Coba cek, seri tv apa yang tayang sekarang yang tidak menghadirkan karakter homoseksual? Seru juga ya kalau ada masa dimana Mick ini kesengsem sama ”bapaknya’ hehehe...


Trik dagang masing – masing tokoh juga menarik untuk dikulik lebih dalam. Kompetisi terpendam untuk menjadi pedagang terunggul memungkinkan masing –masing karakter saling bersaing dengan mengambil langkah – langkah inovatif dan kreatif. Mau lebih seru? Hadirkan satu keluarga palsu dari perusahaan pemasaran pesaing. Saya membayangkan, bakal terjadi persaingan yang brutal, seru dan bisa sangat lucu antar keluarga palsu tersebut. Pada akhirnya, Keluarga Jones bakal menghadapi persaingan antar anggota keluarga sekaligus persaingan antar keluarga. Di satu sisi mereka akan saling bersaing, namun disisi lain mereka harus saling dukung. Masih kurang menarik? Masukkan kisah cinta terlarang yang melibatkan dua anggota keluarga palsu tersebut. Masih kurang seru lagi? Hadirkan orang - orang dari masa lalu dari masing – masing anggota keluarga Jones. Masih kurang?! Munculkan kasus pembunuhan yang menyeret salah satu anggota keluarga yang berdampak hadirnya aparat hukum yang usil dan licik serta siap setia membuntuti. Makjn ribet deh kisahnya. Siap – siap dapat Emmy
*khayalan tingkat tinggi*


The Joneses yang merupakan karya perdana dari Derrick Borte menghadirkan ide cerita yang amat sangat menarik dan berpotensi menghadirkan tontonan penuh satire nan cerdas serta lucu. Isu jeratan konsumerisme yang mampu menjerumuskan manusia ke jurang kehancuran sangatlah aktual dengan kondisi jaman sekarang dimana banyak manusia yang lebih mementingkan pencitraan ketimbang makna. Ide yang sangat menarik ini sayangnya dikemas dalam durasi yang terlalu cepat. Dan yang saya sayangkan, mendekati akhir kisah, film ini lebih mengedepankan romantisme yang tak terlalu meyakinkan. Semoga ada produser Holly yang membaca tulisan ini dan tergugah memboyong keluarga Jones ke layar kaca. *khayalan yang makin tak tahu diri*

7 comments:

Rijon mengatakan...

Baru kemarin ngeliat baja*annya di Grand Mall, baca review ini jadi pingin beli. Worth watch kan?

eka nugraha mengatakan...

hahaha mas curhat bisa aja khayalannya, wah begini to ceritanya kirain cerita drama keluarga biasa? jadi penasaran

yusahrizal mengatakan...

Adaptasi dari layar lebar ke layar kaca?
- Highlander (The series)
- Terminator (Sarah Connors Chronicles)
- silahkan tambah :P

Curhatsinema mengatakan...

@rijon & eka nugraha : tidak bisa bilang film ini bagus banget,tp menarik dan pantas ditonton

@yusahrizal : matur nuwun tambahannya Bang :)

Rijon mengatakan...

Yap, sudah nonton. :)
Kalau dinilai dari usahanya mempotret masyarakat konsumerisme, film ini gak berhasil. Tapi sebagai drama "keluarga" (walaupun bukan tontonan keluarga) filmnya menghibur.

curhatsinema mengatakan...

@Rijon : Kalo menurutku sih film ini sudah cukup berhasil dalam memberikan gambaran akan gaya hidup konsumtif yang dalam film ini dikaitkan dengan pencitraan seseorang. Keinginan seseorang untuk menyamai mereka yang dianggap lebih dalam hal "kulit", kalau tidak disikapi dengan bijak bakal mendatangkan malapetaka.
Mungkin kurang dalem ya. Coba dibikin versi seri ya *tetep*

Rijon mengatakan...

Iya. Mungkin (bahkan sebenarnya) kurang dalem kata yang tepat, bukan sepenuhnya gak berhasil.

Di awal-awal, filmnya sebenarnya tampil cukup pintar lo (seputar budaya konsumerisme itu). Cuma saya makin menuju ending, malah menurun. Maksudku, gak sebanding saja sama premis menarik yang dihadirkan di awal.

 

BLOG LIST

BLOG LIST

BLOG LIST