FOUR LIONS


Semua orang juga tahu kalau terror itu bukanlah sesuatu yang lucu. Pelaku terror sendiri juga bukanlah seorang comedian. Teror justru menjadi sesuatu yang dibenci banyak orang mengingat kadang merenggut banyak korban tak berdosa. Namun siapa sangka, ditangan Chris Morris, Jesse Armstrong dan Sam Bain, terror, teroris dan terorisme menjadi suatu yang lucu dan berhasil membuat saya tertawa terbahak – bahak di hampir sepanjang durasi. Four Lions sungguh sebuah sentilan kasar (farce) yang bakal membuat pelaku terror mencak – mencak.
Dalam Four Lions, pelaku terror bukanlah sosok menyeramkan dan dibekali kemampuan membunuh yang mumpuni. Justru sebaliknya, pelaku terror dalam Four Lions adalah sekumpulan pria bodoh dengan fanatisme sempit dan minim skill namun dengan semangat membara berusaha melakukan “aksi besar” memperjuangkan keyakinan mereka. Ada sih satu karakter yang terlihat sangar dan keras, namun dialog yang keluar dari mulutnya tetap mampu mengundang senyum saking bodohnya. Dengan hadirnya beberapa karakter yang cenderung naïf, sosok teroris dalam Four Lions ini bukannya menghadirkan rasa benci justru menghadirkan senyum dan tawa pada kita. Bahkan, ada satu karakter yang saking polosnya bisa membuat kita bersimpati dan jatuh hati.


Teror (sekali lagi) bukanlah sesuatu yang lucu, justru mengejutkan dan membuat kita mengelus dada mengapa hal tersebut harus dipilih sebagai sarana mencapai tujuan yang malah menghadirkan banyak masalah. Four Lions sebagai sebuah film yang mengolok – olok terror, teroris dan terorisme secara simultan menghadirkan kelucuan demi kelucuan yang mengejutkan dan menohok. Kejutan tidak hanya dari dialog maupun polah tingkah para tokohnya namun juga ledakan – ledakan yang tak terduga membuat kita terperangah sekaligus bersedih. Namun dari ledakan – ledakan tak terduga tersebut kita bisa belajar, menjadi teroris itu tidaklah mudah dan harus dipikirkan dengan matang apakah lebih membawa suatu kebaikan atau kerusakan.
Sebagai seorang yang di KTP tercetak beragama Islam, saya berusaha santai menonton Four Lions ini. Sang creator tidak berusaha memberi gambaran buruk akan Islam, hanya menyentil sebagian keciiiiiiiil penganutnya yang bodoh. Untuk sementara, Four Lions menjadi film rilisan tahun 2010 paling lucu dan paling berkesan bagi saya. Film ini juga menjadi film pertama yang saya tonton yang paling banyak menghadirkan kata “BRO” didalamnya. Jadi, tonton film ini, Bro.

5 comments:

Anonim mengatakan...

yoa. filmnya menarik sekali. karena ini justru memberi kritikan terhadap sebagian kelompok islam yang memiliki fanatisme tinggi tapi sedikit ilmu.
tidak sampai disitu film ini juga menyindir pemerintahan di bagian barat yang selalu salah kaprah dalam menangkap penjhat, dan mengolah isu menjadi berita yang aneh.

yusahrizal mengatakan...

Buat ms soeby yang udah ngasih info ttg film ini. Ma kasih banyak bro.
Kalau nggak dibahas disini, saya gak bakalan tau ttg film ini dan nggak bisa nonton kayak sekarang.
Sekali lagi. Thanks BRO!!!

Anonim mengatakan...

adegan meledakan diri di sebuah toko dibarengi suara denting piano dr alphex twin tu maknyuz bgt deq bro..dr situ saya ngefans berat ma alphex twin,trutama avril 4th-nya.Thanks "bro".

arif mengatakan...

ini baru mau nongton, makasih ya resensinya :D

Soeby mengatakan...

@arif : sama - sama :)

 

BLOG LIST

BLOG LIST

BLOG LIST