20 FILM MENGESANKAN 2012 (Spoiler Alert!)

Tahun 2012 kemaren banyak memberikan film – film asyik untuk saya. Asyik bagiku belum tentu asyik bagimu yah. Masing – masing aja. Gak perlu saling mencibir. Merupakan sebuah usaha keras ketika harus memilih 20 judul dari ratusan film yang saya tonton selama setahun lebih sedikit. Total, di tahun 2012 kemarin saya berhasil menyantap lebih dari 400 judul film. Film – film yang masuk daftar dibawah ini mampu meninggalkan kesan yang mendalam bagi saya. Saya bersyukur ketika data film yang saya tonton sepanjang tahun harus hilang, karena pada akhirnya ketika menyusun daftar ini saya benar – benar mengandalkan hati dan pikiran. Untuk makin meyakinkan diri saya, film – film yang masuk daftar, saya tonton lebih dari satu kali. Yah, barangkali saja ada kesan yang memudar, atau justru malah menguat. Seiring bertambahnya usia, ternyata berpengaruh dalam motivasi saya dalam memilih sebuah film itu menjadi mengesankan.
Ada beberapa film “sulit” yang sukses membuat saya pusing dengan maksud isi yang dihadirkan yang enggan saya pilih untuk masuk daftar dan ogah untuk menontonnya lagi. Contohnya seperti Cosmpolis dan Holy Motors. Saya mau yang mudah-mudah saja. Sulit bagiku, belum tentu sulit bagmu yah. Masing – masing saja. Tak perlu saling mencibir. Dan daftar seperti milik saya ini nyatalah sangat personal. Ini terlihat ketika saya enggan memasukkan Amour. Saya sadar ini film yang bagus, tapi terus terang saya sangat membencinya. Film ini tidak sesuai dengan nilai yang saya anut. Nilai yang saya anut tidak sama dengan nilai yang kamu anut yah. Masing – masing saja. Tak perlu saling mencibir. *shut up Suby!” Baiklah, inilah 20 Film Mengesankan 2012 versi CurhatSinema.


20. CHRONICLE
Meski bergenre fantasy, ini film rasanya cukup dekat dengan dunia remaja. Sisi kegalauan dan imajinasi mereka dalam pandangan saya cukup terwakili oleh film ini. Chronicle adalah sebuah film asyik dengan pesan moral yang apik. Teteup.

19. KAHAANI
Bollywood memang sudah terkenal dengan kelihaiannya mencomot ide untuk kemudian mempresentasikannya kembali dengan gaya mereka. Ada yang gagal, ada juga yang berhasil. Kahaani ini adalah satu contoh yang saya nilai sangat berhasil. Cerita yang ada diituturkan dengan apik dan didukung dengan penampilan yang ciamik dari Vidya Balan. Yang paling mengesankan tentu saja kejutan menjelang film berakhir. Dijamin, akan membuat kita terperangah. Bukan sesuatu yang baru, namun film ini cukup lihai mengemasnya. Ketegangan terjaga dengan baik, hingga film berjalan dengan cepat dan tidak membosankan untuk disantap kembali.

18. THE CABIN IN THE WOODS
Saya bergembira ria dengan 30 menit terakhir film ini. Gilaaaa….! Parah banget deh ide para creator film ini. The Cabin In The Woods sebuah love hate letter yang bernas dan mengasyikkan. Nyinyir dengan “sesepuh” tanpa ada kesan menjatuhkan, justru kesan kekaguman yang saya rasakan. Dan asyiknya lagi, tak aka nada sekuel dari film ini. Semoga tidak ya. Amit – amit.

17. RUBY SPARKS
Sebuah rom com yang mampu tampil berbeda dari rom com produk holly kebanyakan. Ceritanya terasa mengawang – awang, namun tepat sasaran. Mengingatkan saya akan The Eternal Sunshine of The Spotless Mind. Spiritnya yaaa… Dalam pandangan saya, film ini menjadi semacam  olok – olok akan dunia ideal (para) lelaki. Yang mengesankan, film ini dikreasi oleh seorang perempuan. Makin terasa tajam deh olok – oloknya. Meski demikian, film ini tetaplah sebuah rom com, yang ditegaskan dengan bagaimana film ini diakhiri.

16. THE FIVE-YEAR ENGAGEMENT
Film ini hadir ketika saya merindukan rom com ala-ala kreasi Richard Curtis (Four Weddings and A Funeral, Notting Hill, Bridget Jones’s Diary, Love Actually), yakni sebuah rom com yang benar – benar mengandalkan romantisme dan chemistry yang kuat antara dua bintang utamanya serta didukung dengan naskah yang asyik. Kesukaan saya akan film ini karena saya menganggap apa yang disampaikan didalamnya terasa nyata dan bisa menimpa banyak pasangan. Naskahnya menjadi terasa jujur dengan beberapa point yang menurut saya mampu menonjok hati. Namun demikian, film ini tidak meninggalkan kaidah rom com. Dan endingnya maaaaaak…..saya suka sekali. So sweeeet….!

15. MISS BALA
Menonton film besutan Gerardo Naranjo ini  saya seperti terserat dalam aliran air yang deras. Saya tidak tidak benar – benar tahu bagaimana nasib si cantik Laura pada akhirnya. Saya dibuat harap – harap cemas, sekaligus dibuat terpana dengan kelihaian sang sutradara dalam menggulirkan adegan demi adegan dengan begitu meyakinkan. Film terasa cepat berjalan, hingga tidak memberi kesempatan kepada saya untuk berpaling. Menarik melihat sosok perempuan di tengah – tengah kerasnya dunia terlarang yang dipenuhi para lelaki kejam yang siap melakukan apa saja.

14. SKYFALL
Seri James Bond yang paling cantik yang pernah saya tonton. Art direction dan sinematografinya benar – benar juara. Berbeda dengan seri Bond sebelumnya, Skyfall menghadirkan detail – detail gambar yang asyik buat disimak dan masih terbayang hingga sekarang. Dari segi cerita juga tak kalah apik. Saya suka sekali dengan perkembangan karakter dari James Bond di film ini. Menonton Skyfall ini akan lebih asyik kalau sebelumnya menyaksikan Casino Royale dan Quantum of Solace. Gak harus loh ya. Ada pergerakan karakter Bond. Mulai dari yang berangasan di Casino Royale sampai menjadi lebih elegan di Skyfall. Perhatikan juga bagaimana Bond memperlakukan para wanita. Begitupun dengan karakter M, kalau sebelumnya sudah menyaksikan Quantum of Solace, kita akan makin paham mengapa dia punya musuh di masa lalu akibat kekerasan hatinya.

13. THE ARTIST
Buat mereka yang sudah banyak menyantap film musical produksi masa lampau, film ini bisa jadi dipandang biasa saja. Namun bagi saya yang referensi filmnya masih terbatas, The Artist tetaplah sebuah tontonan yang bagus. Keistimewaan film ini adalah keberhasilannya membawa suasana riang pada saya, walau sudah beberapa kali menontonnya. Efek yang sama saya dapatkan ketika menonton Singin’ In The Rain. Selain itu, The Artist juga memberikan pesan moral yang sangat bagus. Bagi saya, pesan moral itu bukan yang paling utama dalam film, tapi kalau ada ya akan saya santap dengan senang hati.

12. ARGO
Sejak Gone Baby Gone, Ben Affleck sudah menunjukkan potensinya sebagai seorang sutradara yang bagus. Hal ini terlihat dengan pemilihan cerita, pemain serta penggarapan sisi teknis yang prima. Argo makin mengukuhkan hal tersebut. Lewat film ini, Ben Affleck makin menunjukkan kelincahannya dalam bertutur. Argo memberikan sebuah tontonan yang  mengasyikkan hingga tak terasa film mengalir dengan cepat. Ketegangannya terjalin dengan apik, dan komedinya hadir  dengan porsi dan waktu yang pas. Walau didukung dengan kehadiran bintang – bintang yang kerap wara – wiri di layar gelas,namun tidak menurunkan kualitas film ini. Mereka hadir dengan kekuatan masing – masing dan saling melengkapi satu sama lain. "Argo, Fuck Yourself!" jadi quote paling memorable di tahun 2012.

11. TINKER TAILOR SOLDIER SPY
Film yang dibilang membosankan oleh banyak orang ini entah mengapa mampu membuat efek nagih pada diri saya. Sudah 3 kali saya menonton film ini. Dalam pandangan saya, segala aspek yang ada di dalam film ini digarap dengan pas elegan. Film ini menghadirkan detail – detail yang asyik buat disimak. Saya paling suka mencermati ekspresi masing – masing tokohnya. Menerka – nerka apa sebenarnya yang ada di benak mereka. Sungguh mengasyikkan. Selain itu, ada ketegangan tersembunyi yang menggemaskan hati.

10 THIS IS NOT A FILM
Sejak dulu saya selalu percaya kalau film adalah media yang ampuh buat propaganda. Apa yang terjadi pada sutradara Jafar Panahi menjadi salah satu buktinya. Karya – karyanya dianggap sebagai ancaman bagi Negara dimana dia berasal. Dan sanksi pun diberikan kepada Jafar Panahi dengan membatasi ruang kreasinya. Tapi, seorang creator kok dibelenggu.  Maka, hadirlah This Is Not Film ini.  Film ini tak ubahnya sebuah olok – olok pedas buat mereka para musuh Panahi. Ngakak saya melihat film ini. This Is Not A Film menjadi ajang curhat dari Panahi. Semacam curhat sinema gitu. Ada banyak emosi yang terpancar ketika menyaksikan film ini. Ada rasa takut, depresi, pemberontakan dan kerinduan untuk selalu tetap bisa berkarya, walau dalam keterbatasan sekalipun. Sungguh sajian yang amat sangat inspiratif.

9. CARNAGE
Carnage adalah salah satu film komedi yang paling brilian yang pernah saya tonton. Meski ditonton berulang film ini tetap membuat saya tertawa terbahak – bahak. Kisahnya terkesan biasa, bahkan bisa kita dapati dalam salah satu episode seri Desperate Housewives dimana Gabrielle Solis berseteru dengan Susan Mayer gara – gara anak mereka. Namun, apa yang disajikan dalam Carnage ini tidak bisa disamakan dengan apa yang tersaji dalam seri tersebut. Di luar isu parenting, film ini juga mengangkat seputar isu gender dan juga teknologi. Nyinyir abis. Kekacauan demi kekacauan yang dihadirkan tak hanya menghadirkan tawa, namun juga membangkitkan perenungan. Daaaaan….gambar di penghujung film makin memperkeras tawa saya kalau mengingat aksi reaksi 4 bintang utama sebelumnya.

8. ONCE UPON A TIME IN ANATOLIA
Saya terbengong – bengong dengan gambar demi gambar yang digulirkan dalam film arahan Nuri Bilge Ceylan ini. Cantiknyaaaaa…. Once Upon A Time In Anatolia menghadirkan sebuah penelusuran dan pengungkapan akan kebenaran yang sangat mengusik hati. Seperti jatuhnya apel dari pohonnya, kita tidak bisa menebak secara pasti akan berhenti atau menggelinding kemana. Susah untuk menetapkan suatu kebenaran menjadi sebuah kemutlakan. Bagaimana penelusuran dan pengungkapannya nyatanya mempengaruhi kebenaran yang mana yang akan muncul. Bagaimana keindahan akan semakin hilang ketika kebenaran yang sesunggunya perlahan mulai terkuak. Once Upon A Time In Anatolia sungguh sajian yang sangat menantang hati dan indera kita. Rasanya tidak cukup hanya ditonton satu kali atau dua kali atau bahkan tiga kali.

7. LIFE OF PI
Menyinggung film besutan Ang Lee ini susah untuk tidak menyinggung seputar pengalaman visual yang kita dapatkan. Kebetulan Life of Pi memberikan pengalaman pertama kali sepanjang hidup saya akan film 3D. Di dalam bioskop, perasaan saya begitu membuncah dengan sensasi visual yang dihadirkan. Percaya atau tidak, saya senyum – senyum dan ngikik sendiri layaknya mereka yang seringkali dinamakan orang gila. Openingnya mampu merangsang indera saya hingga secara sadar/tidak sadar saya menggerakkan tangan mencoba menangkap hewan kecil bersayap yang seakan terbang keluar dari layar. Life of Pi untungnya tidak terjebak pada sensasi visual semata. Film ini sungguh kaya akan pesan moral dan juga inspirasi sebagai bahan renungan kehidupan. 

6. BEASTS OF THE SOUTHERN WILD
Saya selalu percaya, segala yang ada di alam semesta ini saling terkait satu dengan yang lain. Keyakinan saya ini seakan mendapatkan dukungan dari film Beasts Of The Southern Wild ini. Film debut dari Benh Zeitlin ini tak hanya berkisah mengenai hubungan antara bapak dengan anak, namun lebih daripada itu, film ini juga mengusung tema yang kerap didengungkan sejak dirilisnya An Inconvenient Truth yakni persoalan pelestarian alam. Gugatan akan alam lestari tidak disampaikan secara lugas, namun tetap terasa provokatif. Penampilan luar biasa dari Quvenzhane Wallis mampu membuat saya terperangah. Salah satu penampilan terbaik sepanjang saya menyantap sinema. Unsure magisnya mengingatkan saya pada karya – karya Hayao Miyazaki. Beasts Of The Southern Wild adalah sebuah sajian yang terasa magis, namun actual.

5. FOOTNOTE
Saya tidak menyangka film ini bisa jadi amat memikat buat ditonton. Intrik bapak anak bisa bersanding dengan intrik seputar pemberian award. Saya tidak tahu naskah yang bagus itu yang seperti apa, namun saya sangat terkesan dengan naskah dari film ini yang menurut saya menampilkan sesuatu yang benar – benar baru (bagi saya), cukup berat dan cukup controversial. Dengan materi yang tidak bisa dikatakan ringan, Footnote nyatanya mampu membetot perhatian saya sepanjang durasinya. Saya dibuat terkesan dengan presentasi sang creator ketika sang Bapak mencoba menelaah apa yang sebenarnya terjadi dengan mengutak – atik kata - kata. Amat memikat.

4. COMPLIANCE
Jarang sekali saya dibuat tersengal – sengal oleh sebuah film. Hebatnya, Compliance mampu melakukannya pada diri saya. Awalnya, film berjalan biasa saja. Sebuah panggilan masuk mampu membuat yang biasa saja tadi menjadi sangat luar biasa. Secara perlahan, emosi kita dibawa terus menanjak sampai kehabisan nafas dan pada titik tertentu membuat diri saya kebingungan mencari udara segar. Film ini benar – benar mampu menyeret saya ke dalam suasana menyesakkan. Dan ketika tiba pada puncaknya, emosi dalam diri saya makin menggelegak. Ingin rasanya saya berteriak sambil menarik keluar salah satu tokohnya keluar dari layar dan menamparnya berulang – ulang sampai hancur tangan saya serta diiringi teriakan “Bajingan Kamu!” secara simultan. Parahnya lagi, ketika sampai di puncak, sang sutradara menghadirkan gambar – gambar dekat yang makin menekan saya. Belum cukup di situ, dengan kejamnya sang sutradara tidak memberikan penyegaran yang melegakan. Dan sepanjang terror berjalan, saya membayangkan Alfred Hitchcock tepuk tangan kegirangan sambil loncat – loncat di kursi ketika berkesempatan menyaksikan film ini.

3. TOMBOY
Kekuatan dari film ini adalah kesederhanaannya. Kesederhanaan dengan kedalaman yang inspiratif. Tomboy mengingatkan saya pada film – film kreasi Dardenne Bersaudara yang selalu berhasil memikat hati saya. Persoalan identitas bukanlah persoalan sepele, walau pada anak belia sekalipun. Walau tak sama persis, sayapun pernah mengalami fase sebagaimana yang dialami oleh Laure/Mickael. Kebingungan akan identitas diri. Siapa sih yang tidak? Keterkesanan saya makin menguat dengan penampilan Zoe Heran yang natural, hingga mudah bagi saya untuk bersimpati pada tokoh yang dia perankan.

2. MOONRISE KINGDOM
Dalam indera penglihatan saya, film ini menghadirkan gambar – gambar yang sangat sedap. Meski demikian, ketika mencermati kisah yang dihadirkan, tumbuh rasa ngeri dalam diri saya. Ngeri melihat pertalian antara dua bocah beda jenis kelamin itu. Hati saya terusik. Tunggu dulu, bocah? Wes Anderson memberikan sebuah tontonan yang membuat kita mempertanyakan seputar kedewasaan dan segala remeh - temehnya. Uniknya, Wes Anderson mengemasnya dengan jenaka, atau kalau boleh, saya menganggapnya jahil. Tak hanya itu, Wes Anderson juga secara jenaka menyentil seputar edukasi. Moonrise Kingdom makin mengesankan dengan jajaran cast yang kuat dan terlihat padu di layar.

1. HUGO
Pertama kali menonton film ini, saya sebenarnya kurang terkesan dengan ceritanya. Secara visual, tidak bisa dipungkiri kalau visual dari film ini sungguhlah cantik. Namun, ketika menyaksikannya lagi dengan lebih focus, saya harus bilang WOW untuk film ini. Selain cantik secara visual, film ini terkandung nilai – nilai yang cantik pula. Perlakuan Martin Scorsese terhadap film ini juga terasa cantik, santun dan elegan. Pertemuan dua generasi serta pertautan masa lalu, masa kini dan masa depan tersaji dengan bersahaja, tanpa letupan emosi yang berlebihan. Film ini, menurut saya, akan menjadi sebuah film penting di masa depan. Bagi penikmat sinema, Hugo tak ubahnya sebagai pengantar untuk memasuki dunia sinema secara lebih mendalam. Dan pengantar disini disajikan dengan amat sangat menarik. Kalau kuliah di Jurusan Sosiologi, Hugo ini tak ubahnya seperti mata kuliah Pengantar Sosiologi. Kalau anak saya nantinya berniat memasuki, menyelami, mengkonsumsi lebih dalam/lebih banyak akan sinema, maka film ini sudah pasti akan saya rekomendasikan pertama kali untuknya. Ah, sayang sekali saya tidak berkesempatan menyaksikannya di bioskop.

9 comments:

Fariz Razi mengatakan...

List nya keren om subyyy! Wah jadi semakin penasaran sama Compliance nih, disini tinggi bgt om hehe

Soeby mengatakan...

Makasih. Compliance keren deh. List kamu kemaren banyak yang aku belum liat :)

Nugros C mengatakan...

lakum dinukum waliyadin lah ya Om...hehe
namanya aja personal list,

Compliance film kecil tapi nampol tuh,
harusnya Jacki Weaver (who didn't do anything di Silver Linings)...diganti posisi sama Ann Dowd tuh di Oscar >,<

Soeby mengatakan...

@Nugros C : hahaha...bener-bener... :D

gunawan triantoro mengatakan...

Senang liat 'Beasts of The Southern Wild' masuk dalam list... Aku suka filmnya...gadis kecil itu...endingnya yg cukup menyesakkan... Love it!

Jadi penasaran ama 'Compliance'... Udah punya dvd-nya sejak lama tapi gak pernah ditonton... Abis ini langsung disantap deh..

Very nice list!

radenbagio mengatakan...

penasaran juga sama compilance.. :)

Soeby mengatakan...

@gunawan : makasih pujiannya :)

@radenbagio : terima kasih dah mampir. Salam keal ya :)

gasoline sky mengatakan...

compliance musti gw tonton, banyak banget yg bilang mengesankan.

radenbagio mengatakan...

salam kenal juga. numpang belajar bikin review yg seger. :D

 

BLOG LIST

BLOG LIST

BLOG LIST