THAT THING CALLED TADHANA : KISAH BUSUR PANAH MENCARI JANTUNG HATI YANG.......AWW....!!!

 
Film ini dibuka dengan pertemuan antara Mace (Angelica Panganiban) dengan Anthony (JM de Guzman) dalam suasana yang tidak mengenakkan. Mace yang sedang dirundung patah hati, diribetkan dengan bawaan yang melanggar salah satu aturan dalam dunia penerbangan. Berbekal rasa simpati karena berasal dari negara yang sama, Anthony berbaik hati membantu Mace, dan bersama - sama meninggalkan negeri Italia mengangkut cidera dalam hati Mace akibat pengkhianatan kekasihnya. Siapa yang menyangka, dari pertemuan tak terduga tersebut menggiring keduanya mengarungi perjalanan dalam beberapa hari kedepannya.
Terdengar tidak asing kan aliran kisah diatas? Yup, mau tidak mau pertemuan Mace dengan Anthony mengingatkan pada pertemuan antara Jesse (Ethan Hawke) dengan Celine (Julie Delpy) dalam Before Sunrise. Pertemuan antara dua hati yang seiring berjalannya waktu dan jarak, terjadi pertautan yang kuat diantara keduanya. Namun apakah memang demikian dengan That Thing Called Tadhana arahan Antoinette Jadaone ini? Sebelum sampai pada jawaban atas pertanyaan tersebut nikmati dulu interaksi yang menarik dan apik antar dua tokoh utamanya.
Kekuatan utama sebuah kisah cinta adalah tautan yang kuat antara dua insan yang dihadirkan. Mau ceritanya seperti apa, kalau kekuatan utama ini tidak terpenuhi dengan layak, tidak akan pernah berhasil menghadirkan kisah cinta yang memikat hati. Untungnya, That Thing Called Tadhana mampu memenuhinya. Meski dua pemerannya mungkin secara tampilan fisik tidaklah sangat mempesona, namun ikatan yang terjalin diantara keduanya terasa meyakinkan. Penampilan keduanya yang bersahaja membuat interaksi yang terjadi terasa cair dan padu. Asyik menyimak mereka terlibat dalam pembahasan hal - hal yang mungkin dianggap tidak penting. Layaknya kita - kita ngobrol dengan seseorang yang kita sukai lah. Jalinan yang kuat diantaranya keduanya bisa terpenuhi selain karena dua pemerannya yang berlakon dengan apik juga karena ada rasa saling membutuhkan antara tokoh yang mereka perankan. Yang satu membutuhkan sosok yang mampu meredakan rasa sakit, satunya lagi mempunyai minat untuk menjadi sandaran hati.
That Thing Called Tadhana adalah sebuah kisah cinta yang manis, bersahaja, memikat hati dan ......aww banget.  Ibarat sebuah busur panah yang mencari si jantung hati. Setelah perjalanan yang cukup panjang dan berliku, akhirnya menemui akhir kisah yang membuat kita meresponnya dengan "aaaaaww........".  Jadi, apabila kamu patah hati, bukan berarti tidak terus melaju melangkah. Tetap buka hati, siapa tahu bertemu seseorang yang akan membuatmu lebih nyaman dan memberikan pengalaman yang....aaawwww......


3 comments:

greenfaj mengatakan...

ending-nya memang awwwwww

Cine Jour mengatakan...

Hi, boleh tukeran link?

Link kami di : http://www.cinejour.com

Kami sudah menambahkan link kamu.. Coba cek disini : http://cinejour.com/friends-2/

Thanks before :)

iza anwar mengatakan...

salam pecinta film.

permisi, saya mau promosi blog review film juga.

[ iza-anwar.blogspot.com ]

mohon tambahkan dalam daftar blog Anda dan follow juga blog saya.

maaf bila review saya masih amatiran dan saya ucapkan terima kasih sebelumnya :).

 

BLOG LIST

BLOG LIST

BLOG LIST