TERRAFERMA

Tepat pada hari peringatan tiga tahun menghilangnya sang ayah, Filippo (Filippo Pucillo) pastinya tidak akan menyadari kalau hidupnya akan berubah drastic. Pada hari itu, ketika pulang dari melaut bersama kakeknya (Mimmo Cuticchio), kapal yang mereka naiki menabrak serpihan kapal yang hancur. Sesampai di rumah, Filippo mendapatkan kegembiraan ketika pamannya memberi dirinya sebuah skuter, meski hal tersebut tidaklah berlangsung lama, akibat keusilan sekelompok pemuda. Setelahnya, Filippo mendapati ibunya yang berketetapan menyewakan rumah mereka untuk para turis biar bisa bertahan hidup ditengah kondisi kakek yang terus menurun serta hasil laut yang tidak bisa diharapkan lagi. Permasalahan yang sebenarnya membelenggu Filippo dan sekeluarga ketika sang kakek memutuskan untuk menyelamatkan beberapa imigran gelap yang terapung-apung di lautan termasuk diantaranya seorang ibu hamil yang siap melahirkan dan seorang anak yang masih belia.

Film garapan Emanuele Crialese yang merupakan wakil Italia untuk ajang Academy Awards 2012 ini sungguh menyajikan sebuah kisah yang cukup kompleks. Konfliknya berlapis dan mampu memancing pembahasan yang panjang. Tidak sebatas konflik yang ditimbulkan oleh adanya pendatang illegal. Lebih dari itu, Terraferma menyajikan sekelumit perbedaan pandangan antar generasi, Kentara sekali perbedaan akan apa yang baik diputuskan terhadap masalah yang ada. Ketika generasi yang lebih muda digambarkan menempuh langkah – langkah praktis, mereka yang lebih berumur mencoba mencari penyelesaian yang lebih bijak. Yang menyedihkan, pihak yang berwenang, bekerja dengan landasan hukum/norma yang berseberangan dengan hukum/norma yang diyakini oleh para nelayan, yang pada akhirnya menempatkan warga pada pihak yang lemah.

Filippo, sebagai generasi yang baru tumbuh dan banyak menghabiskan waktu dengan kakeknya, berada di tengah – tengah gesekan dua hukum/norma tadi. Pada titik ini, Terraferma tak ubahnya sebuah kisah coming of age. Filippo terlihat gamang dan gelisah atas situasi yang ada. Hal tersebut memuncak dengan adanya sebuah insiden yang membuatnya bertanya-tanya akan kebenaran tindakan yang dia lakukan. Film ini ditutup dengan sebuah aksi dari Filippo yang menurut saya menjadi sebuah penggambaran yang pas akan karakter dari Filippo saat ini.

Laut, tidak hanya menghadirkan berkah, namun juga beragam masalah. Dalam Terraferma laut seakan menghadirkan permasalahan bagi makhluk daratan. Padahal, yang sesungguhnya adalah, laut sebatas berperan sebagai penghantar permasalahan antar daratan. Ada sebab mengapa laut tidak lagi memberikan banyak berkah. Ada yang mendorong manusia menyabung nyawa mengarungi lautan demi mencari daratan yang lebih baik daripada daratan yang sebelumnya mereka tinggali. Manusia, sebagai makhluk daratan yang paling berkuasa, nyatanya memegang peran penting dalam menghadirkan masalah demi masalah yang, baik secara langsung maupun tidak langsung, berhubungan dengan laut.



0 comments:

 

BLOG LIST

BLOG LIST

BLOG LIST