HOT SUMMER DAYS & I HATE LUV STORYS


HOT SUMMER DAYS
Kalau di tahun lalu Holly punya Valentine’s Day yang bertaburan bintang, maka Hongkong tidak mau kalah dengan meluncurkan Hot Summer Days yang menghadirkan bintang – bintang beken semacam Jacky Cheung, Nicholas Tse, Daniel Wu, Vivian Hsu, Barbie Hsu, Rene Liu, Gordon Liu dan Cherlene Choi. Dan yang sayang untuk diacuhkan adalah, hadirnya Maggie Cheung! Hot Summer Days menghadirkan kisah seputar orang – orang di beberapa kota di Cina yang berusaha meraih cinta di tengah gelombang panas yang melanda Cina.
Kehadiran banyak bintang dalam sebuah film kadang memunculkan keraguan akan keberhasilan sang creator dalam menghadirkan kisah yang memikat hati karena (mungkin) disibukkan dengan usahanya menonjolkan aksi para bintang yang terlibat. Untungnya Tony Chan dan Wing Shya mampu menghadirkan kisah yang bagi saya cukup menyentuh hati. Saya paling suka dengan yang bagian Jacky Cheung. Tidak istimewa sih, karena tipikal romantic comedy kebanyakan, namun chemistry yang terjalin terlihat meyakinkan.


Awalnya saya sempat membayangkan Hot Summer Days ini akan mengambil rentang waktu sehari atau beberapa hari saja, namun ternyata setting waktu yang digunakan cukuplah panjang. Mencapai 100 hari. Sepertinya film ini bakalan lebih keren dan intens kalau kisahnya terjadi pada satu hari yang paling panas. Hal ini mengingatkan saya pada film Jepang berjudul UNTIL THE LIGHTS COME BACK Film tersebut menghadirkan interaksi yang menarik antar tokohnya di satu malam ketika listrik padam. Tapi secara keseluruhan, Hot Summer Days lumayan menghibur lho. Jangan bandingkan dengan Valentine’s Day yang….bleh!


I HATE LUV STORYS
Alasan utama saya menyaksikan film ini adalah karena film ini dibintangi oleh Imran Khan yang sebelumnya tampil memikat dalam Jaane Tu…Ya Jaane Na. I Hate Luv Storys sendiri ceritanya sangat standar. Khas film cinta – cintaan. Ada dua hati yang berbeda karakter dipertemukan, disatukan, digesekkan untuk kemudian dipersatukan lagi di akhir kisah. Menariknya film ini adalah dengan dimasukkannya referensi film cinta – cintaan kondang produk Bolly seperti Kuch Kuch Hota Hai, Devdas sampai Dil Chahta Hai-nya Aamir Khan yang tak lain tak bukan adalah paman dari Imran Khan. Dengan kisah yang standar, Imran Khan kurang berhasil menunjukkan potensinya sebagai salah satu bintang muda Bolly yang patut diperhitungkan. Tidak jelek sih, hanya terlihat biasa. Tapi tetep cakep kok, dan saya berdoa semoga dia tidak ikut-ikutan membesarkan otot layaknya Salman Khan. Untungnya Imran Khan mampu menjalin chemistry yang cukup apik dengan Sonam Kapoor. Ada satu bagian yang saya suka dari film ini yakni saat dimana tokoh yang diperankan oleh Sonam Kapoor menyatakan perasaannya kepada tokoh yang diperankan Imran Khan. Jarang saya temui dalam film Bolly, tokoh cewek menyatakan perasaannya kepada tokoh cowok. Satu hal yang mengurangi kenikmatan ketika menonton film ini adalah, lagu dan tari yang dihadirkan jauh dari menggigit.


0 comments:

 

BLOG LIST

BLOG LIST

BLOG LIST